SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Minggu, 15 Maret 2015

Biografi

SASTRAWAN DAN HASIL KARYANYA
(oleh : Zulfa Mahendra)



  A.    Chairil Anwar
1.     Profil Chairil Anwar
Chairil Anwar lahir di Medan tanggal 26 Juli 1922. Beliau mempunyai ayah bernama Toeloes dan ibu bernama Solehah. Pendidikan Chairil Anwar diawali dengan sekolah dasar di HIS (Hollandsh-Inlandsche School), kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau setingat SMP pada zaman itu.
Beliau mempunyai karir sebagai seorang penyair radio atau sastrawan. Beliau juga pernah menjadi seorang penyair radio Jepang di Jakarta saat masa pendudukan Jepang. Beliau kemudian wafat pada tanggal 28 April 1949.
2.     Hasil Karya Chairil Anwar
Hasli karya Cahiril Anwar mempunyai beberapa koleksi puisi, diantaranya berjudul “Deru Campur Debu”, “Kerikil-kerikil Tajam dan yang Putus”, dan “Tiga Menguk Takdir”.
  B.     Puisi
1.     Definisi Puisi
Puisi adalah karangan yang terikat pada bait, baris, suku kata, rima, dan irama.
2.     Unsur-Unsur Pembentu Puisi
·        Diksi                                 : merupakan pemilihan kata untuk
        mengungkapkan gagasan.
·        Bunyi                                : dalam puisi bunyi bersifat estetik untuk
        mendapat keindahan dan tenaga  
        ekspresif.
·        Rima                                 : persamaan bunyi baik diawal larik atau
                                            diakhir larik.
·        Irama                                : panduan bunyi yang menimbulkan efek
       musikalitas.
·        Ragam bunyi                    : meliputi bunyi eufonia, kakofoni,
                                           onomatope.
·        Bahasa puisi                     : merupakan sarana ekspresif dalam
                                            penulisan puisi.
·        Tipografi                          : merupakan pembeda yang paling awal
                                          dapat dilihat dalam membedakan   puisi  
                                          dengan prosa fiksi dan drama.
·        Isi puisi                            : mencakup tema, perasaan penyair,
       nada, dan amanat.
·        Imajinasi dan simbol       : menggunakan kata-kata yang
       bermakna.

3.     Jenis-Jenis Puisi
Jenis-jenis puisi dibedakan menjadi 2, yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Sedangkan puisi baru adalah bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Contoh puisi lama  :
1.     Mantra                  : ucapan-ucapan yang dianggap memiliki
                               kekuatan gaib.
2.     Pantun                  : puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b.
3.     Karmina               : pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
4.     Seloka                  : pantun berkait.
5.     Gurindam             : puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak
                              a-a-a-a, dan berisi nasihat.
6.     Syair                     : puisi yang bersumber dari Arab.
7.     Talibun                 : pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6,8,
                               atau 10 baris.
Contoh puisi baru antara lain :
1.     Balada      : puisi berisi kisah atau cerita.
2.     Himne      : puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau para
                   pahlawan.
3.     Ode          : puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
4.     Epigram   : puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup.
5.     Romansa  : puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
6.     Eleg         : puisi yang berisi ratao tangis atau kesedihan.
7.     Satire       : puisi yang berisi sindiran atau kritik.

4.     Memaknai Puisi Aku
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Parafrasenya :
            Maksudnya adalah wujud dan keteguhan hati atas pilihan yang diyakininya dengan benar. Kemudian “kau” yang dimaksud dalam puisi tersebut adalah penyimak atau pembaca dari puisi itu. Ini menunjukkan bahwa Chairil Anwar tidak peduli kepada para pembaca atau penyimak yang telah mendengar ataupun membaca puisi tersebut.

Aku ini hewan jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih

Parafrasenya :
            Keberanian dalam berjuang walaupun banyak risiko dan rintangan yang menghadang. Termasuk kehilangan nyawa ataupun terluka karena terkena peluru dari senjata musuh. Jika tetembak peluru ataupun terluka para pejuang tetap berjuang tanpa memikirkan luka yang dialaminya. Inilah bentuk penghormatan dari Chairil Anwar kepada para pejuang yang telah membela bangsa ini hingga titik darah penghabisan.


Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Parafrasenya :
            Semangat yang tidak pernah padam yang dinyatakan pada kalimat “Aku mau hidup seribu tahun lagi”. Hal tersebut merupakan cerminan dari Chairil Anwar yang ingin berjuang bersama bangsa ini dengan semangat yang tinggi, dan tidak ingin dibatasi oleh waktu.


Kamis, 12 Maret 2015

Teks Prosedur Kompleks



GETUK GORENG SOKARAJA BANYUMAS
 (oleh : Zulfa Mahendra)



          Bagi Anda yang suka traveling, Anda pasti mengenal Banyumas. Banyumas adalah sebuah kota di Jawa Tengah, berada di lereng Gunung Slamet. Jika Anda mampir di Banyumas, Anda tentu akan menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di daerah ini. Apa itu? Makanan khas Banyumas itu adalah getuk goreng. Rasanya manis, gurih, dan membangkitkan selera.
          Anda tahu cara membuat getuk goreng? Anda tidak perlu khawatir karena Yu Munarifah akan berbagi rahasia tentang cara pembuatan getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas. Berikut ini adalah bahan untuk membuat getuk goreng antara lain singkong 1 kg, gula merah atau gula jawa, tepung beras 75 gr, tepung terigu 1 sdm, minyak goreng untuk menggoreng, dan garam secukupnya.
          Setelah kita mengetahui bahan-bahan yang dibutuhkan, selanjutnya kita mulai membuat getuk goreng. Langkah-langkah membuat getuk goreng yang pertama adalah mengupas singkong kemudian buang sabutnya, setelah itu potong singkong dan direbus hingga matang. Selanjutnya, iris halus gula jawa dan tambahan sedikit air kemudian rebus sampai gula melumat dan tercampur dengan air.
        Langkah ketiga lumatkan singkong dan tambahkan gula secara bertahap sampai tercampur rata untuk membuat getuk. Kemudian campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, serta air secukupnya sampai jadi adonan yang cukup kental.
          Lalu letakkan getuk singkong di atas nampan, kemudian ratakan dengan tebal 2 cm, setelah itu potong kotak 5x4 cm. setelah dipotong, panaskan minyak goreng, kemudian ambil getuk lalu celupkan getuk ke dalam adonan.
          Langkah selanjutnya, goreng getuk sampai warnanya kekuning-kuningan, angkat getuk goreng tersebut kemudian tiriskan. Getuk goreng sokaraja siap dinikmati.
          Itulah langkah-langkah membuat getuk goreng sokoraja. Bagaimana pendapat Anda tentang pembuatan getuk goreng sokoraja? Mudah bukan? Anda pun bisa membuatnya bersama-sama dengan teman atau pun keluarga Anda. Semoga cara membuat getuk goreng sokaraja bermanfaat bagi Anda.

Cerpen Teks Prosedur Kompleks


Terbunuhnya Ibu Amir
(oleh : Zulfa Mahendra) 


          Pada suatu desa, tepatnya Desa Banyuurip ada seorang anak yang lahir dari keluarga yang tidak begitu kaya. Kehidupannya pun pas-pasan. Letak rumahnya pun jauh dari kota. Anak itu bernama Amir. Dia adalah anak yang bandel. Ayah ibunya sudah mengingatkan dirinya untuk berbuat baik. Ke mana pun melangkah hamper pasti ia membuat masalah. Ayah ibunya pun sering dapat kecaman dari warga sekitar karena ulah anaknya.
         Pernah pada suatu hari., Amir mendorong temannya sendiri sampai ia tercebur ke dalam sungai. Anak itu sebenarnya tidak bisa berenang, tetapi karena kebandelan Amir, anak itu pun hamper tenggelam. Untunglah ada seorang bapak-bapak yang menolong anak itu dan memarahi Amir.
       “Amir, apa yang kamu lakukan sampai membuat anak ini hampir tenggelam?”
           “Maaf Pak, saya hanya bercanda.”
        Kemudian Amir pulang ke rumah. Ia pun mendapat marah dari orang tuanya karena orang tuanya dikomplain dengan ibu anak tadi yang diceburkan Amir. Amir pun hanya bisa diam.
           Memang seluruh warga sudah mengetahui bahwa Amir anak yang bandel. Hamper 99% orang yang melihatnya mengelus dada dan ingin menamparnya. Bahkan warga Banyuurip mengatakan apabila Amir bepergian selalu ada saja ulahnya yang bikin enek. Warga sekitar pun  sudah sangat geram karena hamper seluruh anak yang ada di Desa Banyuurip  sudah pernah menjadi korban dari kebandelan Amir. Ibu Amir pun terkena penyakit serangan jantung gara-gara anaknya tersebut.
         Pada pagi hari yang cerah, seperti biasa Amir bermain dengan teman-temannya sampai lewat waktu asar. Tanpa diketahui Amir, tiba-tiba di rumahnya ada bendera putih yang menandakan bahwa da yang meninggal. Setelah masuk ke dalam rumah, ia melihat ibunya sudah terbaring kaku di ruang tamu, ditemani dengan ayah dan para warga yang membaca yasin di sekitarnya.
      “Bu, Bu jangan tinggalkan Amir Bu. Amir masih membutuhkan Ibu.” Itulah ucapan Amir kepada ibunya yang tidak akan dijawab oleh ibunya lagi.
         Menurut warga sekitar ibu Amir dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahui namanya. Dan, kejadian bakda zuhur itu mungkin menjadi kilimaknya. Akibat pembunuhan itu warga Banyuurip geger. Ada salah seorang warga yang menghubungi polisi setempat. Setelah polisi datang, para anggota polisi tersebut langsung melakukan olah TKP. Para polisi menanyai para warga yang sewaktu ada di tempat kejadian itu.
            Para polisi pun mengambil barang bukti yang di antaranya adalah sebuah pisau dapur. Seelah itu para polisi kembali ke kantor mereka.
            Dalam rumah Amir, suasan duka masih menyelimuti keluarganya. Amir membayangkan kata-kata atau nasihat ibunya agar jadi anak yang baik. Setelah  kejadian itu ayah Amir selalu memberikan nasihat kepada Amir. Lambat laun akhirnya Amir menyadari tentang apa yang telah dilakukannya selama ini.
            Pada suatu hari kepolisian dating lagi ke rumah Amir untuk memberikan informasi. Ternyata ibu Amir dibunuh oleh dua orang pelaku yang semuanya adalah laki-laki. Sebelum dibunuh ibu Amir mencoba mempertahankan diri dengan menggunakan pisau dapur. Sayangnya, hal itu sia-sia, para pelaku tersebut malah membunuh ibu Amir.
            Mendengar penjelasan dari kepolisian setempat Amir mengangis tersedu-sedu. Ayah Amir meminta kepolisian untuk kembali lagi ke kantor. Ayah Amir berkata pada Amir.
            “Amir, sudahlah jangan menangis lagi. Ini mungkin sudah takdir Allah.” Amir hanya diam saja.
            Dalam hati kecil Amir, ia akan mencari pelaku yang telah membunuh ibunya karena sampai saat ini pelaku pembunuhan belum juga ditemukan. Mungkinkah para pelaku tersebut dari warga Banyuurip ataukah dari warga desa lain?